WELCOME TO CAMPUS MINISTRY

Campus Ministry

Tampilkan postingan dengan label Khotbah by Harlem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah by Harlem. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juni 2009

Khotbah By Harlem : The Power of Touch

Sentuhan adalah sangat special. Seperti orang buta tidak bisa melihat orang yang tuli tidak bisa mendengar tapi mereka bisa merasakan sentuhan karena itu mereka bisa berhubugan dengan dunia ini. Tuhan tidak pernah membuat orang kehilangan indera sentuhannya. Kenapa? Karena Tuhan tahu itu sangat special. Semua orang suka disentuh karena kita butuh disentuh tapi dengan sentuhan yang mempunyai maksud kita bisa merasakan sentuhan berbeda.


- Menyentuh orang lain dengan hati seperti yang Yesus lakukan

Ada dua sentuhan yang membuat kita berubah dan membuat kita kacau dan sangat buruk :
The touch of God / Godly touch dan sentuhan duniawi / worldy touch

1. The Touch of God


- Matius 8:1-4
8:1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
8:4 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."


Disini diceritakan tentang orang kusta yang minta disembuhkan oleh Yesus. Sebelum itu mari kita lihat dulu orang kusta itu seperti apa? Orang kusta dilarang untuk bersentuhan apa lagi berdekatan dengan orang lain (dia diasingkan). Mereka harus berpakaian jubah yang sobek, menutup wajahnya, menundukkan kepalanya dan sambil berkata “kotor..kotor..kotor” dan inilah yang dilakukan orang kusta ini selama 10 tahun. Dan dia tidak pernah merasakan sentuhan orang lain selama 10 tahun. Wah betapa menderitanya dia sedangkan kita saja yang tidak disentuh selama beberapa bulan pasti akan menjadi sangat-sangat aneh.


Orang kusta ini tahu bahwa dia tidak tidak bisa mendekati orang lain tapi dia tahu pasti semua orang yang dia datangi pasti menolak dia. Tapi kenapa dia berani untuk datang pada Yesus? Kenapa? Kenapa tidak ke murid-murid Yesus saja? Atau kepada yang lain? Karena dia merasakan ada sesuatu dengan Yesus, dia merasa bahwa Yesus berbeda. Kita bisa lihat bahwa Yesus menyebuhkan dia dengan menjamahnya. Kenapa Yesus harus menjamah orang ini? Padahal Yesus bisa menyembuhkan orang ini tanpa disentuh bahkan Yesus bisa menyembuhkan orang lain ketika Dia tidak ada di tempat itu! Itu hanya karena Tuhan mengerti kebutuhan orang kusta ini. Dia sangat butuh sentuhan dan Yesus ingin untuk Dia bisa punya hubungan yang intim dengan orang ini.

- Sentuhan Yesus adalah sentuhan yang intim dan dan Dia menyentuh orang ini untuk punya hubungan yang lebih intim dengan orang ini.

- Yesus tidak dibatasi oleh penglihatannya ataupun pendengarannya tapi lebih dari itu. Karena itu Dia dapat intim denga orang lain.

Kalau kita dibatasi oleh apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar maka kita tidak akan bisa intim dengan saudara-saudari kita. Kalau kita mengerti sentuhan Yesus maka kita akan bisa mengerti kebutuhan orang lain. Jadi jika kita belum disentuh oleh Yesus biarkanlah Yesus menyentuh kita masing-masing. Kenapa kita belum bisa berubah padahal banyak yang sudah kita lakukan? Mungkin itu karena kita belum disentuh oleh Yesus. Karena sentuhan Yesus mengubahkan kita.

- Sentuhlah orang lain lebih seperti Yesus menyentuh.


2. Wordly touch

- Hagai 2
Disini diceritakan bagaimana mereka tidak yakin bisa membangun rumah Tuhan yang sangat bagus. ini semua adalah tentang kekudusan. Kudus bersentuhan dengan tidak kudus apakan akan menjadi tidak kudus. Begitu juga sebaliknya.

- Kuasa untuk tidak kudus sangat-sangat lah besar karena dosa menyebar dengan sangat cepat. Apalagi ketika kita tidak kudus menyentuh yang tidak kudus tidak akan ada artinya karena kita tidak kudus.

Jangan sekali-kali menyentuh yang tidak kudus, seperti ketika kita menyentuh VCD porno, film yang membuat kita terbayang-bayang, foto-foto yang tidak baik, gosip, banyak lagi...ini membuat kita tidak kudus. Meski kita kudus tapi tetap saja kita akan menjadi tidak kudus ketika menyentuh yang tidak kudus. Kita tidak bisa membuat sesuatu yang tidak kudus menjadi kudus, jadinya malah kita yang tidak kudus. Seperti misalnya kita menginjak lantai yang sangat kotor tapi kaki kita sudah dicuci dengan bersih..apakah lantai itu akan menjadi bersih? Tidak, malah kaki kita yang menjadi kotor.

- Tetaplah menjadi kudus sesuai dengan kehendak Tuhan dengan tidak bermain-main dengan dosa.

Tuhan semangat jika kita sentuh orang lain, tetapi apakah kita menyentuh hal yang tidak kudus yang membuat kita menjadi tidak kudus?

Hiduplah kudus dan sentuhlah orang lain dari hati seperti yang Yesus lakukan.

Senin, 27 Oktober 2008

Khotbah By Harlem : Sikap Hati


- Kejadian 13:1-15
13:1 Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lot pun bersama-sama dengan dia.
13:2 Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.
13:3 Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai,
13:4 ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN.
13:5 Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah.
13:6 Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.
13:7 Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.
13:8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.
13:9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."
13:10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. -- Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. --
13:11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.
13:12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.
13:13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.
13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

* Hal apa yang memberi, menerima, dan bertolak belakang. Kita haruslah memberi.

- 2 Petrus 2:6-8
2:6 dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian,
2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --
2:8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa --

* Lot adalah seseorang yang banyak menerima dan dia tidak happy. Janganlah kita hanya mau menerima saja tapi kita harus bisa memberi.

- Kejadian 19:1-8, 14
19:1 Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,
19:2 serta berkata: "Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini dan basuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan perjalanannya." Jawab mereka: "Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang."
19:3 Tetapi karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi, lalu mereka makan.
19:4 Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu.
19:5 Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka."
19:6 Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya,
19:7 dan ia berkata: "Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat.
19:8 Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku."
19:14 Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: "Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini." Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja.

* Orang yang mementingkan dan mengambil materi dan Tuhan, hidupnya akan kacau. Jadi, prioritaslah Tuhan.

- Kejadian 13:8, 15-18
13:8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.
13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
13:16 Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmu pun akan dapat dihitung juga.
13:17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."
13:18 Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.

* Abraham adalah seseorang yang banyak memberi. Orang yang banyak memberi maka akan diberi oleh Tuhan. Lot dan Abraham adalah bertolak belakang.

Minggu, 18 Mei 2008

Khotbah By Harlem : RAPOR BILEAM


Bileam adalah hamba Allah yang ingin mati sebagai orang jujur dan benar, tetapi, tidak demikian kenyataan yang ada dalam hidupnya. Ia tidak melakukan apa yang benar seperti yang ia inginkan. Keinginan Bileam sangat baik dan ideal, tetapi tanpa keputusan dan tindakan yang nyata. Ia mendua hati sehingga tidak tenang dalam hidupnya.


Bileam ingin mengikuti Firman Tuhan tetapi tidak menuruti prinsip, esensi, atau roh Allah. Ia menginap dan tinggal dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, padahal Allah telah melarangnya melakukan hal itu. Ia pergi ke tempat-tempat yang tidak Allah inginkan padahal Allah telah mengatakan jangan kepadanya. Bileam begitu keras menentang kehendak Allah. Ia memaksakan kehendaknya sampai-sampai keledai yang ditungganginya pun mengeluh karena merasa terpaksa dan dipukulnya.


Bileam kompromi terhadap kebenaran namun demikian ia ingin hidup kudus di sorga. Bileam ingin hidup bersama Allah tetapi nyatanya ia tidak hidup kudus di dunia. Ia melakukan kesalahan dan kejahatan yang besar, yang mungkin tidak ia sadari, yakni dengan cara mengajarkan apa yang salah kepada pemuda-pemuda Israel, sehingga pemuda-pemuda itu mengajak perempuan-perempuan Moab makan bersama, dan menyembah Baal dengan mereka. Kesalahan dan kejahatan Bileam yang tampak tidak terang-terangan tersebut telah mengakibatkan kematian terbesar dalam sejarah Israel yakni mencapai 24.000 jiwa manusia.


Saudaraku, jangan pernah mendua hati dalam hidupmu, melainkan taat dan setialah dalam keputusan dan tindakanmu kepada kehendak Allah.

(Ayat renungan : Bil 23:10; 2 Pet 2:15; Yak 1:5; Bil 22:31; ayat 18-21; Bil 23:14; Bil 25:1; Kel 32:28; Bil 16; Wahyu 2:14)