WELCOME TO CAMPUS MINISTRY

Campus Ministry

Kamis, 22 Mei 2008

Khotbah By Jersan : ARTI PERTOBATAN


Pertobatan adalah berbalik dari hal yang jelek kepada hal yang bagus.

Mazmur 50:22
Orang yang tidak bertobat adalah orang yang melupakan Allah. Pertobatan artinya mengarah kepada Tuhan.

Yesaya 9:12
Pertobatan itu berpaling kepada Tuhan dan mengingat akan Tuhan.

Yehezkiel 14:6
Kita harus mengingat apa yang Tuhan ingin kita lakukan. Jika kita tidak bertobat, maka kita tidak dapat selamat.

Yeremia 5:3
Manusia yang tidak cinta Tuhan adalah manusia yang susah untuk bertobat.

Yeremia 36:1-7 & 20-26, Yeremia 37:1-6
Firman Tuhan itu berisikan nubuat. Orang yang keras hatinya dan bebal adalah orang yang susah untuk bertobat. Janganlah kita bermain-main dengan dosa. Pertobatan itu dilakukan dapat melalui teguran.

Matius 12:40
Tuhan berharap dengan Firman Tuhan saja, kita dapat bertobat.

Lukas 13
Kita harus bertobat jika kita tidak mau binasa.

Yehezkiel 3:16-21
Jika ada orang yang berbuat kesalahan maka kita harus menegur karena teguran itu bagus untuk orang yang berbuat kesalahan.

Yehezkiel 33:9-12
Kita harus bisa menerima teguran. Orang yang mau ditegur adalah orang yang akan maju dan bertumbuh. Tuhan akan menegur kita melalui Firman-Nya untuk kita bertobat.

Yeremia 39:6-7, 2 Petrus 3:9
Jika orang yang ditegur tapi tidak mau bertobat maka dia akan menerima akibatnya dan binasa.

Wahyu 2:16-22
Kita harus bertobat dan janganlah mengulangi kesalahan lagi.

Wahyu 9:20, Wahyu 16:8-11
Kita harus bertobat dengan sungguh-sungguh dan kita juga harus bertobat setiap hari karena kita tahu bahwa kita bukanlah manusia sempurna.

Minggu, 18 Mei 2008

Khotbah By Harlem : RAPOR BILEAM


Bileam adalah hamba Allah yang ingin mati sebagai orang jujur dan benar, tetapi, tidak demikian kenyataan yang ada dalam hidupnya. Ia tidak melakukan apa yang benar seperti yang ia inginkan. Keinginan Bileam sangat baik dan ideal, tetapi tanpa keputusan dan tindakan yang nyata. Ia mendua hati sehingga tidak tenang dalam hidupnya.


Bileam ingin mengikuti Firman Tuhan tetapi tidak menuruti prinsip, esensi, atau roh Allah. Ia menginap dan tinggal dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, padahal Allah telah melarangnya melakukan hal itu. Ia pergi ke tempat-tempat yang tidak Allah inginkan padahal Allah telah mengatakan jangan kepadanya. Bileam begitu keras menentang kehendak Allah. Ia memaksakan kehendaknya sampai-sampai keledai yang ditungganginya pun mengeluh karena merasa terpaksa dan dipukulnya.


Bileam kompromi terhadap kebenaran namun demikian ia ingin hidup kudus di sorga. Bileam ingin hidup bersama Allah tetapi nyatanya ia tidak hidup kudus di dunia. Ia melakukan kesalahan dan kejahatan yang besar, yang mungkin tidak ia sadari, yakni dengan cara mengajarkan apa yang salah kepada pemuda-pemuda Israel, sehingga pemuda-pemuda itu mengajak perempuan-perempuan Moab makan bersama, dan menyembah Baal dengan mereka. Kesalahan dan kejahatan Bileam yang tampak tidak terang-terangan tersebut telah mengakibatkan kematian terbesar dalam sejarah Israel yakni mencapai 24.000 jiwa manusia.


Saudaraku, jangan pernah mendua hati dalam hidupmu, melainkan taat dan setialah dalam keputusan dan tindakanmu kepada kehendak Allah.

(Ayat renungan : Bil 23:10; 2 Pet 2:15; Yak 1:5; Bil 22:31; ayat 18-21; Bil 23:14; Bil 25:1; Kel 32:28; Bil 16; Wahyu 2:14)

Minggu, 11 Mei 2008

Apa Kata Alkitab Tentang Harga Diri Manusia


Ada orang-orang Kristen yang memiliki pengertian teologis yang salah tentang harga diri. Mereka berpikir bahwa manusia adalah mahluk yang sudah tercemar oleh dosa, oleh karena itu ia hina dina dan tidak ada harganya dan tidak pantas dikasihi. Jika ada orang Kristen yang menganggap diri layak dikasihi dan merasa dirinya baik adalah manusia yang sombong. Sebaliknya orang Kristen yang menghina diri adalah orang Kristen yang rendah hati. Betulkah demikian? Betulkah orang Kristen tidak pantas menghargai diri?

1. Alkitab mengajarkan bahwa manusia sangat berharga
Seluruh Alkitab secara konsisten mengatakan bahwa manusia berharga. Pertama, karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:26-27). Kedua, karena Allah memelihara dan mengasihi umat-Nya sebagai "biji mata" Nya (Ul. 32:10).

2. Manusia tetap dihargai sekalipun telah jatuh dalam dosa
Alkitab berkata bahwa karena ketidaktaatan, manusia jatuh dalam dosa dan harus dihukum oleh Allah. Allah membenci dosa yang dilakukan manusia, tetapi Allah tidak membenci manusia. Ia tetap menunjukkan kasih-Nya, bahkan ketika kita masih berdosa (Rom. 5:8). Allah mengasihinya sehingga Ia mau mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk menebus manusia agar manusia beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16).

3. Menghargai diri tidak sama dengan menyombongkan/memuja diri
Menghargai atau mengasihi diri tidak sama dengan menyombongkan diri atau memuja diri, dan juga tidak sama dengan mementingkan diri sendiri (egoist). Orang Kristen dapat memiliki harga diri yang positif bukan karena apa yang telah ia perbuat dan bukan karena keberadaannya sebagai manusia, namun semata-mata karena anugerah Allah dan karunia keselamatan yang diberikan-Nya (Gal. 6:14; Rom. 15:17).

4. Allah menghargai apa yang manusia lakukan untuk Allah
Ketika Allah memilih untuk menyelamatkan manusia, maka Ia pun berkenan memanggil manusia untuk ikut ambil bagian dalam karya pekerjaan-Nya (Ef. 2:10)). Oleh karena itu Allah juga menerima puji-pujian dari manusia, karena Allah memang menciptakan manusia untuk kemuliaan-Nya (Yes. 43:21).

Setelah membaca beberapa bagian dari Alkitab di atas, masih pantaskah orang Kristen menghina diri? Jika Allah memandang manusia berharga, maka kita harus memandang diri kita berharga sebagaimana Allah memandang kita.

Kamis, 08 Mei 2008

ALLAH YANG KEKAL


TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup danRaja yang kekal (Yeremia 10:10)

Jika kita berdiri di sudut jalan untuk menonton pawai, pandangan kita yang terbatas memungkinkan kita untuk melihat kendaraan hias dan band orkes musik hanya pada saat mereka berada dalam jangkauan pandangan kita dan lewat satu demi satu. Tetapi jika kita berada di ketinggian dengan helikopter, kita akan melihat seluruh rute pawai dengan semua orang dan segala yang ada di dalamnya.


Ini membantu kita untuk memahami cara pandang Allah yang tak terbatas oleh waktu. Dia melihat kejadian-kejadian yang dialami manusia dari sudut pandang yang lebih luas dari kita. Dia memiliki pandangan yang menyeluruh dan melihat segalanya mulai dari awal sampai akhir.


Fakta bahwa Tuhan itu ada "dari selama-lamanya sampai selama lamanya" (Mazmur 90:2), bukan saja merupakan pernyataan teologis yang mendasar, tetapi juga kebenaran yang memberi penghiburan dan jaminan, karena "Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal" (Yeremia 10:10), yang tanpa awal ataupun akhir. Kita mempunyai keyakinan bahwa Dia dapat dipercaya untuk menepati janji-Nya dan menyelesaikan semua rencana-Nya bagi kita.
Tak ada sesuatu pun dalam kehidupan ini, besar maupun kecil, yang berada di luar rencana Allah. Pribadi yang kekal dan mahatahu itu sepenuhnya mengetahui segala hal yang telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi.


Saya bersukacita karena kita melayani Allah Yang Kekal dan Mahatahu. Tidakkah Anda juga merasa demikian?


DALAM DUNIA YANG TERUS BERUBAHKARAKTER ALLAH YANG TIDAK BERUBAH MEMBERI KITA KEPASTIAN

Sabtu, 03 Mei 2008

ALLAH TAHU YANG TERBAIK


Adelaide Pollard merencanakan untuk pergi ke Afrika sebagai seorang utusan Injil, tetapi pada saat-saat terakhir rencana itu dibatalkan karena keterbatasan dana. Jadi tak heran bila dalam persekutuan doa setelah itu, ia begitu murung. Namun doa seorang wanita tua mengusir kegelapan dalam hatinya: "Ya, Tuhan! Kami tidak berkeberatan menerima apa yang Kauizinkan terjadi dalam hidup kami. Yang penting bagi kami adalah biarlah kehendak-Mu terlaksana!" Seketika itu juga Adelaide Pollard menyerahkan diri kepada kehendak Allah dan menemukan kedamaian.


Sorenya, ia mengkaji cerita tentang tukang periuk dalam Yeremia 18:4 - Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Ia mere-nungkan tentang bejana yang rusak di tangan tukang periuk itu. Apa yang rusak itu ke-mudian dibentuk kembali sehingga menjadi bejana lain yang lebih bagus. Ia pun menya-dari bahwa ia juga harus menyerahkan diri kepada kehendak Allah dan membiarkan Tuhan membentuk kehidupannya sesuai dengan rencana-Nya.


Selanjutnya sebuah puisi melintas di benaknya: "Kaulah sang Tukang Periuk, aku tanah liatnya. Bentuklah aku sesuai kehendak-Mu, sementara aku akan menunggu dan berserah." Akhirnya, pada waktu yang ditentukan oleh Allah sendiri, Pollard pun diizin-kan Tuhan untuk melayani di Afrika, Inggris, dan bahkan di seluruh Amerika Serikat.Allah mendengarkan orang yang dengan tulus berdoa, "Jadilah kehendak-Mu, Tuhan." Bertanyalah kepada diri Anda sendiri: Apakah aku sudah membiarkan Tukang Periuk yang Agung membentuk hidupku menurut kehendak-Nya?

DALAM PENYERAHAN DIRI TERDAPAT KEDAMAIAN