WELCOME TO CAMPUS MINISTRY

Campus Ministry

Rabu, 24 Desember 2008

Orang - Orang Majus Dari Timur


“Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” (Matius 2:2)

Siapa sebenarnya orang Majus dari Timur? Kata Yunani yang dipakai di sini adalah “Magoi”, yang berarti imam-imam di Persia. Lebih luas lagi, sebutan ini dikenakan pada orang yang tahu tentang ilmu rahasia dan tukang sihir. Dalam ayat 2 disebutkan, mereka melihat bintang raja Yahudi di Timur. Itu artinya mereka adalah astrolog, yaitu orang yang mencoba menafsirkan pengaruh posisi bintang di langit terhadap kehidupan manusia.

Dari mana mereka berasal? Kata “Timur” merujuk pada Babilonia, yang ada di sebelah timur Palestina. Babilonia adalah pusat astrologi dan ada banyak orang Yahudi yang tinggal di sana, sehingga orang Majus mungkin sudah mendengar tentang Mesias. Pengetahuan ini menuntun mereka kepada Juruselamat dunia.

Ada tiga kekayaan hikmat tentang orang Majus ini:
1. Kedatangan orang Majus itu sebagai pertanda bahwa di dalam Kristus, nubuat-nubuat Perjanjian Lama digenapi. Di Mzm.72:10 dikatakan bahwa bangsa-bangsa asing akan membawa upeti dan persembahan kepada Raja Mesias.
2. Bangsa asing mendahului orang Yahudi. Memang, orang Yahudi ikut gempar, tapi mereka tinggal di Yerusalem. Padahal orang asing pergi ke Betlehem. Hal itu menjadi suatu pendahuluan bagi seluruh sejarah gereja, dimana orang kafir lebih rela untuk menerima Kristus daripada orang Yahudi.
3. Orang Majus mempersembahkan hadiah. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa hal mengakui Kristus sebagai Raja, harus disertai dengan kerelaan untuk berkorban bagi Dia.

SMS from God : Persembahan apa yang sudah Anda berikan kepada Raja Yesus?

Senin, 08 Desember 2008

Antara Burung, Cacing dan Manusia


Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing. Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan.

Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus "puasa". Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus "berpuasa".

Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya "kantor" yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.

Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan rizki yang dijanjikan Allah.

Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan. Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing.

Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.

Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari rizki . Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu. Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih.

Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing ? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi ? padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar dari burung dan cacing.

Rabu, 26 November 2008

Anda Pasti Bisa Bila...


Pasar malam dibuka di sebuah kota. Seluruh penduduk menyambutnya dengan gembira. Ada berbagai macam permainan, stand makanan dan sirkus. Tetapi kali ini yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Setiap malam ratusan orang menonton pertunjukkan manusia kuat. Ia bisa melengkungkan baja hanya dengan tangan telanjang. Ia bisa menghancurkan batu bata tebal dengan tinjunya. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Tapi untuk menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras terus hingga tetes terakhir air jeruk itu terperas.

Kemudian ia menantang para penonton, "Barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini, akan kuberikan dia uang satu juta."

Kemudian naiklah seorang lelaki, atlit binaraga, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan memeras... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal.

Beberapa pria kuat dari penjuru kota mencoba, tapi tak ada yang berhasil.

Manusia kuat itu tersenyum-senyum. Kemudian ia berkata, "Aku berikan satu kesempatan terakhir. Siapa yang mau mencoba?"

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba.

"Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung." Manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya.

Lalu wanita itu mencoba memeras dengan penuh konsentrasi. Ia memeras... memeras... memeras dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh membasahi lantai panggung. Para penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan mereka segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, "Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, ribuan orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya kau satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana kau bisa melakukan hal itu?"

"Begini," jawab wanita itu, "Jika suamimu sedang jatuh sakit keras dan tak bisa bekerja mencari nafkah, sedangkan kau memiliki delapan anak yang harus kau beri makan setiap harinya, lalu kau harus kuat mencari uang meski hanya serupiah-dua rupiah, maka hanya memeras jeruk untuk mendapatkan satu juta rupiah bukanlah hal yang sulit."

"Bila anda memiliki alasan yang cukup kuat, anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat.

Jumat, 21 November 2008

PDA by Suwandi (Bogor) - Bertumbuh


Apakah yang terlintas dalam pemikiran kita saat ada seseorang menanyakan pertanyaan berikut ini: Sudahkah kamu bertumbuh? Ada tiga jawaban yang muncul dari pertanyaan ini, “Belum, tidak tahu, atau sudah”. Pertanyaan ini dapat menguatkan hati bagi beberapa orang, tantangan bagi yang lainnya, dan memperlihatkan kesombongan hati untuk sisanya. Belum; untuk murid-murid Yesus yang baru. Tidak tahu; untuk murid-murid yang sudah cukup lama menjadi murid (yang kehilangan semangat dan yang suam-suam kuku. Sudah; untuk murid-murid yang sudah lama (yang merasa puas dan sombong, yang telah mencapai dan melakukan banyak hal).

1. Pasti
Untuk murid-murid Yesus yang baru. Ya, sebagai murid Yesus kita pasti bertumbuh. Jangan pernah ragukan hal itu. Jika kita menilai pertumbuhan dengan membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain, maka ini tidak akan pernah adil. Jangan hanya melihat pertumbuhan orang lain. Jangan menilai pertumbuhan dari hal-hal ekstrim yang terjadi atau hal-hal besar yang dapat kita lakukan dalam hidup kita. Lihat apa yang Yesus katakan di Mat 13:23 - Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Dan Yoh 15:5 - Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Saat teduh yang mendalam, doa yang berkualitas, hati yang peduli akan jiwa yang terhilang, pelayanan kita terhadap gereja dan saudara-saudari kita dalam berbagai ministry seperti: song ministry, usher, kkk, dll. Semua itu adalah sebagian dari hal-hal yang menunjukkan pertumbuhan kita. So, tetaplah bertumbuh sebagai bayi-bayi rohani (1 pet 2:2) - Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,.

2. Hidup atau mati ?
Untuk murid-murid Yesus yang telah kehilangan semangat dan mulai suam-suam kuku. Sesuatu yang hidup dikatakan bertumbuh dan sesuatu yang tidak bertumbuh dikatakan mati. Lihatlah pada lingkungan hidup sekitar kita, sel-sel dalam tubuh kita selalu bertumbuh, sel yang baru menggantikan sel yang mati, ukuran sel berkembang, tulang-tulang membesar, dan masih banyak hal lain yang dapat kita amati. Kita dikatakan sebagai makhluk HIDUP karena sel-sel dalam tubuh terus bertumbuh.
Dan, bagaimanakah dengan kehidupan kerohaniaan kita? Yesus mengatakan barangsiapa tinggal di dalam Nya, ia akan berbuah banyak (Yoh 15:1-6) - 15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Berbuah adalah bagian dari pertumbuhan. Seperti sebagian besar kita ketahui, berbuah disini dapat terjadi dalam dua hal, yaitu buah Roh (Gal 5:22-23) - 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Dan buah jiwa (Yak 5:20) - ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa. Pertumbuhan setiap murid Yesus akan berbeda-beda, terkadang bisa cepat dan terkadang terasa sangat lambat, terkadang bisa terbang seperti rajawali, bisa berlari cepat, namun ada saatnya harus melangkah perlahan-lahan (Yes 40:31) - tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Namun, Tuhan yang akan terus menuntun dan menganugerahkan pertumbuhan kepada kita (2 pet 1:3) - Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
Jadi, kita sebagai murid Yesus harus terus bertumbuh. Karena jika tidak pilihannya cuma ada dua : menjadi kering atau terus bertumbuh. APA YANG TIDAK BERTUMBUH ADALAH MATI. Yesus mengatakan jika kita tidak berbuah, kita akan menjadi kering dan akhirnya mati. Dan, Dia akan memotong setiap ranting yang kering itu.

3. Sampai di mana ?
Sampai di mana pertumbuhan kita? Beberapa murid Yesus, kebanyakan pada usia kerohaniaan yang cukup lama dapat menjadi puas dan mengatakan telah banyak bertumbuh. Amin, pertumbuhan itu pasti benar terjadi, karena pertumbuhan akan berbanding lurus dengan lama waktu menjadi seorang murid Yesus (Ibr 5:12) - Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Apakah dengan semua pertumbuhan itu berarti kita telah “awesome” dan tidak ada lagi yang perlu kita capai? Jangan pernah puas, coba lihat di Ef 3:14-19 - 3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa,3:15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
Pertumbuhan kita harusnya mencakup segala sesuatu (Ef 4:15) - tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Kita akan terus bertumbuh sampai kita menjadi serupa dengan Kristus (Mat 5:48) - Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." Dan dapatkah kita menjadi sempurna selama hidup di dunia ini? Tidak mungkin ‘kan! Oleh karena itu, pertumbuhan kita tidak akan berakhir.
Apakah arti bertumbuh? Adakah indikasi atau hal-hal yang menunjukkan pertumbuhan? Atau adakah alat pengukur pertumbuhan kerohaniaan? Bagaimana hingga sesuatu dikatakan bertumbuh atau tidak? Mungkin tidak semua pertanyaan itu dapat terjawab. Namun, kita dapat belajar sebanyak-banyaknya dari Firman Tuhan tentang pertumbuhan. Semoga ayat-ayat di atas dapat membantu kita untuk terus bertumbuh sebagai murid Yesus. Amin.

Kamis, 13 November 2008

Puisi By Christian - Cahaya Yang Sangat Berarti Bagiku

Di sebuah ruangan hati yang kosong,
aku begitu bingung,
terasa begitu dingin dan gelap,
dengan apa aku harus mengisinya ?

Hidupku terasa begitu hambar,
tanpa tujuan aku berjalan,
melihat di sekitar hanya ada rasa hampa,
tiada artinya aku jalani semua ini.

Sesuatu mengetuk hatiku yang kosong,
terlihat setitik cahaya dari kejauhan.
Bagaikan fajar mengalahkan malam,
membuat pengharapan baru dalam hidupku.

Cahaya itu membuat hatiku berdebar
hatiku gemetar, berdetak begitu kencang.
Terdengar suara langkah yang mendekat.
Cahaya terpancar dari muka-Nya.

Dia mendekat, memelukku, merangkulku,
dan berkata "akhirnya Kutemukan kamu",
Dia memegang tanganku,
membawa aku keluar dari rasa hampa.

Ruang hatiku terisi oleh-Nya,
sukacita yang keluar tak tertahankan lagi
aku mau menumpahkannya ke luar,
biarkan semua orang melihatnya.

Tanpa rasa takut aku berjalan,
tanpa ragu aku melangkahkan kakiku,
karena ada cahaya itu bersamaku,
cahaya yang sangat berarti bagiku.

Senin, 27 Oktober 2008

Khotbah By Jersan : Jadilah Terang di Antara Gelap


- 1 Yohanes 1:5-10
1:5 Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
1:6 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.
1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
1:8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
1:10 Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

* Allah adalah terang itu. Dengan keluar dari kegelapan itu maka menghasilkan terang. Dengan mengakui dosa itu agar Tuhan mengampuni kita.

- 1 Timotius 6:16 - Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorang pun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.
* Sumber terang itu adalah Tuhan.

- Kolose 1:12 - dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
* Kita akan diampuni dosanya jika kita mau bertobat.

- Filipi 2:14-16
2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

* Murid Yesus dapat mempengaruhi satu sama lain.
* Kenapa kita harus berubah ? Karakternya. Manusia yang dinamis berubah menjadi benar.
* Manusia bisa berubah karena :
1. Khotbah : menginspirasi kita untuk berubah
2. Contohan pribadi orang
3. Accountability : Pengingat kita

Khotbah By Harlem : Sikap Hati


- Kejadian 13:1-15
13:1 Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lot pun bersama-sama dengan dia.
13:2 Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.
13:3 Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai,
13:4 ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN.
13:5 Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah.
13:6 Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.
13:7 Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.
13:8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.
13:9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."
13:10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. -- Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. --
13:11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.
13:12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.
13:13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.
13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

* Hal apa yang memberi, menerima, dan bertolak belakang. Kita haruslah memberi.

- 2 Petrus 2:6-8
2:6 dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian,
2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --
2:8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa --

* Lot adalah seseorang yang banyak menerima dan dia tidak happy. Janganlah kita hanya mau menerima saja tapi kita harus bisa memberi.

- Kejadian 19:1-8, 14
19:1 Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,
19:2 serta berkata: "Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini dan basuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan perjalanannya." Jawab mereka: "Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang."
19:3 Tetapi karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi, lalu mereka makan.
19:4 Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu.
19:5 Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka."
19:6 Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya,
19:7 dan ia berkata: "Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat.
19:8 Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku."
19:14 Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: "Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini." Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja.

* Orang yang mementingkan dan mengambil materi dan Tuhan, hidupnya akan kacau. Jadi, prioritaslah Tuhan.

- Kejadian 13:8, 15-18
13:8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.
13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
13:16 Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmu pun akan dapat dihitung juga.
13:17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."
13:18 Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.

* Abraham adalah seseorang yang banyak memberi. Orang yang banyak memberi maka akan diberi oleh Tuhan. Lot dan Abraham adalah bertolak belakang.

Selasa, 23 September 2008

PDG By Rio : LOVE --> Menegur Dengan Kasih


Ibrani 3:12-13
3:12 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.
3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.

Mengasihi itu adalah menegur orang untuk kembali ke jalan yang benar. Jika ada orang yang salah dan berbuat dosa maka kita harus menegur orang itu. Bagi orang yang ditegur, kita harus rendah hati dan bersyukur ada orang yang telah menegur kita.

2 Timotius 2:24-26
2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Kita harus menegur orang yang tidak taat dan kita harus menegur orang itu supaya orang itu sadar dan kembali ke jalan yang benar.

Kamis, 11 September 2008

PDG By Christian : LOVE


Mat 22:36-40
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, dan segenap akal budimu. Kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita untuk mendapatkan kasih Tuhan.

Mazmur 42:2-3
42:2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
42:3 Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
Kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa seperti Rusa merindukan sungai yang berair. Tanamkan Firman Tuhan didalam hati kita.

Luk 10:25-37
10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
Kita harus mengasihi Sesama manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Kasih dan kebenaran harus berjalan secara bersamaan.

Yohanes 13:34-35
13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
13:35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
Kita harus mengasihi satu sama lain karena Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kita. Dan orang-orang yang ada di sekitar kita akan tau bahwa kita adalah murid-murid-Nya.

1 Yoh 2:9-11
2:9 Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.
2:10 Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
2:11 Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
Jika kita di dalam terang maka kita harus mengasihi saudara atau sesama kita. Tetapi jika kita membenci saudara / sesama kita maka kita berada dalam kegelapan.

1 Korintus 13:4-6
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Kita harus bertumbuh dalam kasih maka kita akan berbuah Roh. Kita harus hidup dengan penuh kasih.

Senin, 08 September 2008

PDG By Apo : PENGHARAPAN




Apa kamu pernah putus asa, menyerah dalam melakukan sesuatu ? Bagaimana sikap kalian ?
Yesaya 57:10 - Oleh perjalananmu yang jauh engkau sudah letih lesu, tetapi engkau tidak berkata: "Tidak ada harapan!" Engkau mendapat kekuatan yang baru, dan sebab itu engkau tidak menjadi lemah. Bersikaplah optimis dan berpikiran positif walau apapun yang terjadi. Mazmur 31:25 - Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN! Bersikaplah kuat dan teguh didalam Tuhan walau apapun yang terjadi.

Kepada siapakah seharusnya kita berharap ? Mazmur 38:16 - Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. Berharaplah dan bergantunglah kepada Tuhan.

Apa yang kita dapatkan jika kita terus berharap kepada Tuhan ? Yeremia 17:7 - Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! dan Mazmur 62:6 - Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Kita akan diberkati dan akan tenang serta tidak khawatir.

Bagaimana kita bisa dapatkan apa yang kita harapkan ? Mazmur 147:11 - TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya. Takutlah akan dia dan berharap akan kasih setia-Nya maka kita akan beroleh apa yang kita harapkan.

Bagaimana kita mempertahankan pengharapan kita ? Roma 5:4 - dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Ketekunanlah yang membuat kita dapat terus berharap kepada-Nya. Dan dengan ketekunanlah membuat kita tahan uji dan dengan tahan ujilah membuat kita terus berharap.

Tetap semangat & berikan yang terbaik & sukacita & tersenyum ^^
God Bless u ^_^