Minggu, 18 Mei 2008
Bileam adalah hamba Allah yang ingin mati sebagai orang jujur dan benar, tetapi, tidak demikian kenyataan yang ada dalam hidupnya. Ia tidak melakukan apa yang benar seperti yang ia inginkan. Keinginan Bileam sangat baik dan ideal, tetapi tanpa keputusan dan tindakan yang nyata. Ia mendua hati sehingga tidak tenang dalam hidupnya.
Bileam ingin mengikuti Firman Tuhan tetapi tidak menuruti prinsip, esensi, atau roh Allah. Ia menginap dan tinggal dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, padahal Allah telah melarangnya melakukan hal itu. Ia pergi ke tempat-tempat yang tidak Allah inginkan padahal Allah telah mengatakan jangan kepadanya. Bileam begitu keras menentang kehendak Allah. Ia memaksakan kehendaknya sampai-sampai keledai yang ditungganginya pun mengeluh karena merasa terpaksa dan dipukulnya.
Bileam kompromi terhadap kebenaran namun demikian ia ingin hidup kudus di sorga. Bileam ingin hidup bersama Allah tetapi nyatanya ia tidak hidup kudus di dunia. Ia melakukan kesalahan dan kejahatan yang besar, yang mungkin tidak ia sadari, yakni dengan cara mengajarkan apa yang salah kepada pemuda-pemuda Israel, sehingga pemuda-pemuda itu mengajak perempuan-perempuan Moab makan bersama, dan menyembah Baal dengan mereka. Kesalahan dan kejahatan Bileam yang tampak tidak terang-terangan tersebut telah mengakibatkan kematian terbesar dalam sejarah Israel yakni mencapai 24.000 jiwa manusia.
Saudaraku, jangan pernah mendua hati dalam hidupmu, melainkan taat dan setialah dalam keputusan dan tindakanmu kepada kehendak Allah.
(Ayat renungan : Bil 23:10; 2 Pet 2:15; Yak 1:5; Bil 22:31; ayat 18-21; Bil 23:14; Bil 25:1; Kel 32:28; Bil 16; Wahyu 2:14)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar