Ada dua sentuhan yang membuat kita berubah dan membuat kita kacau dan sangat buruk :
The touch of God / Godly touch dan sentuhan duniawi / worldy touch
1. The Touch of God
8:1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
8:4 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
- Sentuhan Yesus adalah sentuhan yang intim dan dan Dia menyentuh orang ini untuk punya hubungan yang lebih intim dengan orang ini.
- Yesus tidak dibatasi oleh penglihatannya ataupun pendengarannya tapi lebih dari itu. Karena itu Dia dapat intim denga orang lain.
Kalau kita dibatasi oleh apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar maka kita tidak akan bisa intim dengan saudara-saudari kita. Kalau kita mengerti sentuhan Yesus maka kita akan bisa mengerti kebutuhan orang lain. Jadi jika kita belum disentuh oleh Yesus biarkanlah Yesus menyentuh kita masing-masing. Kenapa kita belum bisa berubah padahal banyak yang sudah kita lakukan? Mungkin itu karena kita belum disentuh oleh Yesus. Karena sentuhan Yesus mengubahkan kita.
- Sentuhlah orang lain lebih seperti Yesus menyentuh.
2. Wordly touch
- Hagai 2
- Kuasa untuk tidak kudus sangat-sangat lah besar karena dosa menyebar dengan sangat cepat. Apalagi ketika kita tidak kudus menyentuh yang tidak kudus tidak akan ada artinya karena kita tidak kudus.
Jangan sekali-kali menyentuh yang tidak kudus, seperti ketika kita menyentuh VCD porno, film yang membuat kita terbayang-bayang, foto-foto yang tidak baik, gosip, banyak lagi...ini membuat kita tidak kudus. Meski kita kudus tapi tetap saja kita akan menjadi tidak kudus ketika menyentuh yang tidak kudus. Kita tidak bisa membuat sesuatu yang tidak kudus menjadi kudus, jadinya malah kita yang tidak kudus. Seperti misalnya kita menginjak lantai yang sangat kotor tapi kaki kita sudah dicuci dengan bersih..apakah lantai itu akan menjadi bersih? Tidak, malah kaki kita yang menjadi kotor.
- Tetaplah menjadi kudus sesuai dengan kehendak Tuhan dengan tidak bermain-main dengan dosa.
Tuhan semangat jika kita sentuh orang lain, tetapi apakah kita menyentuh hal yang tidak kudus yang membuat kita menjadi tidak kudus?
Hiduplah kudus dan sentuhlah orang lain dari hati seperti yang Yesus lakukan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar