WELCOME TO CAMPUS MINISTRY

Campus Ministry

Senin, 22 Juni 2009

Empat Macam Kepribadian

Orang dapat dibagi ke dalam 4 macam kepribadian (secara kasar) meskipun ada campuran dari 1 sama lain dalam prakteknya. Tidak ada kepribadian yang buruk atau lebih baik.
Semua punya tempat dan tugas dalam kerajaan Allah.

Goal kita adalah menjadi seperti Yesus dan seimbang dalam segalanya. Jadi, :
1. Bersyukur lah untuk kekuatan kamu, dan bertumbuh lah agar dapat menggunakan hal itu untuk kemajuan kerajaan Allah
2. Berubah dalam kelemahan agar mempunyai keseimbangan dalam karakter kamu

Sebagai pembimbing :
1. Hormati dan beri semangat mereka tentang kekuatan karakter mereka
2. Temukan dan tantang mereka dalam kelemahan mereka sampai kita mencapai kesempurnaan Yesus – Kolose 1:28-29


I. Sanguine (Petrus)
1. Cara kepemimpinan :
a. Orang yang gampang mempengaruhi orang
b. Lebih menggunakan pesonanya dia dari pada kekuasaan.


2. Keperluan (keinginan) :
a. Popularitas
b. Kebebasan

3. Ketakutan terbesar : tidak di terima sekelilingnya.

4. Cara pembimbingan :
a. Beri semangat dan pujian
i. Yakinkan mereka terus menerus akan kasih Tuhan dan kasih kamu pada mereka.
ii. Beri mereka keyakinan akan kekuatan mereka, percaya pada mereka dan suka dekat dengan mereka
iii. Pastikan untuk memberi mereka keyakinan setelah kamu menantang mereka

b. Tantangan :
i. Mereka perlu pertanggungan jawab yang ketat
ii. Bertanya dengan dalam. Mereka kadang-kadang suka menyimpan dalam hati
iii. Tantang keseimbangan mereka dan kemandirian (tidak suka minta nasihat) secara teratur

5. Yesus dengan Petrus : Yohanes 1:41-41 ; Matius 16:13-23 ; Yohanes 21:15-22


II. Choleric (Paulus)
1. Cara kepemimpinan :
a. Pemimpin yang dominan
b. Penuh keyakinan, semangat, menggunakan kekuasaan, punya pendirian / pendapat yang dalam
c. Sangat focus dan mengejar goal,
d. Keyakinan pada diri sendiri tinggi, tak sabar, menginginkan perubahan, pertumbuhan dan keberhasilan.


2. Keperluan (keinginan) :
a. Tantangan (mereka suka tantangan yang keras)
b. Kekuasaan (yang berarti dan dapat memberi hasil)

3. Ketakutan terbesar : dipergunakan / dimanfaatkan.

4. Cara pembimbingan :
a. Beri semangat dan pujian
i. Biarkan mereka memimpin sesuatu. Kasih mereka kesempatan. Perhatikan pendapat mereka
ii. Beri mereka inspirasi dengan menjaga standard yang tinggi dan tidak kompromi dengan mereka
iii. Yakinkan mereka akan pengaruh mereka. Mereka butuh pengakuan dan rasa hormat dari kamu

b. Tantangan :
i. Mereka perlu mendapat tanggung jawab yang berat agar bergantung pada TUHAN.
ii. Bantu mereka untuk bisa memenuhi kebutuhan emosional (perasaan) murid yang mereka pimpin. Bantu mereka untuk sadar dan mengeluarkan perasaan mereka
secara teratur
iii. Tantang mereka untuk mengasihi dan melayani, bukan mendominasi (menekan) atau menjadi tuan atas orang yang mereka pimpin.

5. Yesus dengan paulus : Kisah Para Rasul 22:6-15 ; 2 Korintus 1:8 ; 2 Korintus 12:7-10


III. Phlegmatic (Timotius)
1. Cara kepemimpinan :
a. Tenang
b. Membuat orang stabil
c. Sangat kekeluargaan
d. Bisa terlalu terikat, melindungi, tapi umumnya sangat setia.


2. Keperluan (keinginan) :
a. Merasa aman
b. Merasa di terima

3. Ketakutan terbesar : tidak merasa aman atau di terima orang.

4. Cara pembimbingan :
a. Beri semangat dan pujian

b. Hargai persahabatan dengan mereka (kemungkinan rasul yohanes yang di kasihi Yesus mempunyai karakter ini). Mereka gampang sekali bersahabat.
i. Yakinkan mereka tentang persahabatan kamu dengan mereka dan kesetiaan kamu pada mereka.
ii. Beri mereka keyakinan dan tumbuhkan keyakinan itu. Mereka harus ingat mereka di pilih Tuhan.

c. Tantangan :
i. Ajarkan mereka berani mengambil keputusan, dan cepat berubah! Mereka biasanya takut perubahan dalam diri mereka dan di sekeliling mereka (pembimbing/anak bimbingan, ministry dll)
ii. Ajar mereka untuk dinamis (aktif, semangat, mempengaruhi orang sekeliling) dan ‘powerful’ (atau orang yang membawa perubahan dengan besar pada hidup orang lain)
iii. Tantang kemalasan mereka dan suam-suam kuku (menerima standar yang lebih rendah) secara teratur.

5. Paulus dengan Timotius : 1 Timotius 1:1-4 ; 2 Timotius 1:2-12 ; 4:1-5


IV. Melancholy (Musa)
1. Cara kepemimpinan :
a. orang yang gampang mempengaruhi orang
b. Lebih menggunakan pesonanya dari pada kekuasaan.


2. Keperluan (keinginan) :
a. Penghargaan
b. Persahabatan

3. Ketakutan terbesar : melakukan hal yang salah.

4. Cara pembimbingan :
a. Beri semangat dan pujian
i. Tanya kepada mereka pendapat mereka tentang hal-hal tertentu dan katakan pendapat kamu juga. Mereka menyukai dan butuh pembicaraan yang dalam
ii. Beri waktu untuk mengetahui hal yang sedang mereka lakukan dan belajar menghargai keahlian mereka dalam hal itu. Beri semangat / pujian akan kreasi (ciptaan) mereka secara teratur.
iii. Ajarkan mereka dengan hati-hati dan dengan tepat (gunakan banyak ayat Alkitab). Sabar dengan pernyataan mereka dan jangan memandang sikap mereka sebagai sikap menentang; mereka hanya butuh alasan mengapa sesuatu dilakukan. (Bahkan kamu akan kehilangan kepercayaan mereka bila kamu menerangkan dengan salah atau memberi alasan yang bertentangan.)

b. Tantangan
i. ajarkan mereka bahwa tidak apa berbuat kesalahan. Sebagai orang yang cenderung ingin melakukan segala sesuatu dengan sempurna (perfeksionist), berulang ulang.
ii. tantang mereka untuk selalu bersukacita, seperti perintah pada Filipus 4:4
iii. tantang mereka akan pandangan negative terhadap diri semdiri dan orang lain. Ini sangat membahayakan dalam hubungan pemnbimbingan, dan mereka harus belajar untuk positive, percaya pada orang dan tidak selalu mencari kesalahan yang kecil dalam hubungan pembimbingan.

5. Tuhan dengan Musa : Keluaran 3:1-21 ; 4:1-17


Ibrani 3:13 - Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.

I Tesalonika 5:11 - Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.

Semangat yaa...untuk kita bisa terus saling mengasihi dan membantu satu sama lain karena kita adalah saudara-saudari di dalam Kristus.

Minggu, 21 Juni 2009

Khotbah By Harlem : The Power of Touch

Sentuhan adalah sangat special. Seperti orang buta tidak bisa melihat orang yang tuli tidak bisa mendengar tapi mereka bisa merasakan sentuhan karena itu mereka bisa berhubugan dengan dunia ini. Tuhan tidak pernah membuat orang kehilangan indera sentuhannya. Kenapa? Karena Tuhan tahu itu sangat special. Semua orang suka disentuh karena kita butuh disentuh tapi dengan sentuhan yang mempunyai maksud kita bisa merasakan sentuhan berbeda.


- Menyentuh orang lain dengan hati seperti yang Yesus lakukan

Ada dua sentuhan yang membuat kita berubah dan membuat kita kacau dan sangat buruk :
The touch of God / Godly touch dan sentuhan duniawi / worldy touch

1. The Touch of God


- Matius 8:1-4
8:1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
8:4 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."


Disini diceritakan tentang orang kusta yang minta disembuhkan oleh Yesus. Sebelum itu mari kita lihat dulu orang kusta itu seperti apa? Orang kusta dilarang untuk bersentuhan apa lagi berdekatan dengan orang lain (dia diasingkan). Mereka harus berpakaian jubah yang sobek, menutup wajahnya, menundukkan kepalanya dan sambil berkata “kotor..kotor..kotor” dan inilah yang dilakukan orang kusta ini selama 10 tahun. Dan dia tidak pernah merasakan sentuhan orang lain selama 10 tahun. Wah betapa menderitanya dia sedangkan kita saja yang tidak disentuh selama beberapa bulan pasti akan menjadi sangat-sangat aneh.


Orang kusta ini tahu bahwa dia tidak tidak bisa mendekati orang lain tapi dia tahu pasti semua orang yang dia datangi pasti menolak dia. Tapi kenapa dia berani untuk datang pada Yesus? Kenapa? Kenapa tidak ke murid-murid Yesus saja? Atau kepada yang lain? Karena dia merasakan ada sesuatu dengan Yesus, dia merasa bahwa Yesus berbeda. Kita bisa lihat bahwa Yesus menyebuhkan dia dengan menjamahnya. Kenapa Yesus harus menjamah orang ini? Padahal Yesus bisa menyembuhkan orang ini tanpa disentuh bahkan Yesus bisa menyembuhkan orang lain ketika Dia tidak ada di tempat itu! Itu hanya karena Tuhan mengerti kebutuhan orang kusta ini. Dia sangat butuh sentuhan dan Yesus ingin untuk Dia bisa punya hubungan yang intim dengan orang ini.

- Sentuhan Yesus adalah sentuhan yang intim dan dan Dia menyentuh orang ini untuk punya hubungan yang lebih intim dengan orang ini.

- Yesus tidak dibatasi oleh penglihatannya ataupun pendengarannya tapi lebih dari itu. Karena itu Dia dapat intim denga orang lain.

Kalau kita dibatasi oleh apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar maka kita tidak akan bisa intim dengan saudara-saudari kita. Kalau kita mengerti sentuhan Yesus maka kita akan bisa mengerti kebutuhan orang lain. Jadi jika kita belum disentuh oleh Yesus biarkanlah Yesus menyentuh kita masing-masing. Kenapa kita belum bisa berubah padahal banyak yang sudah kita lakukan? Mungkin itu karena kita belum disentuh oleh Yesus. Karena sentuhan Yesus mengubahkan kita.

- Sentuhlah orang lain lebih seperti Yesus menyentuh.


2. Wordly touch

- Hagai 2
Disini diceritakan bagaimana mereka tidak yakin bisa membangun rumah Tuhan yang sangat bagus. ini semua adalah tentang kekudusan. Kudus bersentuhan dengan tidak kudus apakan akan menjadi tidak kudus. Begitu juga sebaliknya.

- Kuasa untuk tidak kudus sangat-sangat lah besar karena dosa menyebar dengan sangat cepat. Apalagi ketika kita tidak kudus menyentuh yang tidak kudus tidak akan ada artinya karena kita tidak kudus.

Jangan sekali-kali menyentuh yang tidak kudus, seperti ketika kita menyentuh VCD porno, film yang membuat kita terbayang-bayang, foto-foto yang tidak baik, gosip, banyak lagi...ini membuat kita tidak kudus. Meski kita kudus tapi tetap saja kita akan menjadi tidak kudus ketika menyentuh yang tidak kudus. Kita tidak bisa membuat sesuatu yang tidak kudus menjadi kudus, jadinya malah kita yang tidak kudus. Seperti misalnya kita menginjak lantai yang sangat kotor tapi kaki kita sudah dicuci dengan bersih..apakah lantai itu akan menjadi bersih? Tidak, malah kaki kita yang menjadi kotor.

- Tetaplah menjadi kudus sesuai dengan kehendak Tuhan dengan tidak bermain-main dengan dosa.

Tuhan semangat jika kita sentuh orang lain, tetapi apakah kita menyentuh hal yang tidak kudus yang membuat kita menjadi tidak kudus?

Hiduplah kudus dan sentuhlah orang lain dari hati seperti yang Yesus lakukan.