WELCOME TO CAMPUS MINISTRY

Campus Ministry

Senin, 10 Agustus 2009

Photos that Touch your Heart

We must always be thankful to God for giving us healthy body, roof over our head, education for our children, food on the table where in many parts of the world these are uncertainties.

Photo 1: Together, through Warm and Cold


Beyond the northern (
Inner Mongolia ) frontier, spring has arrived but the
Cold weather lingered on. Snow fell on this April morning. Flakes danced
In the sky. A middle-aged man tended to his cart, on which sat a little

Boy, wrapped up with blanket used to keep the vegetables from freezing.
>From time to time, the father would tuck at the blanket to make sure that
His son was all right. These are the words from the photographer: "Set in

The dark and shadowy background and the dancing snow flakes, the pink
Puffy face of the little boy stood out in great contrast to that of the
Father which was apparently shaped by the caprices of life. And life was

Indeed harsh. Father and son only have each other for support. When the
Father yelled out a sales pitch on top of his voice, his facial expression
Was shockingly touching. One cannot help but be moved."




Photo 2: Love

The father and his son live in an impoverished hilly area. They demand
Nothing but a piece of land to call their own. Perhaps they will not have
A chance to see the outside world all their lives -- they will not know

What a staircase is, they will never ride in a taxi, nor will they ever
Step into a movie theater. But the truth is these are the people who offer
Us everything our lives depend on, generation after generation. The heaven

And earth have nothing to repay them. Love them!





Photo 3: Grandpas' Tears

(Caption on the photo: That day, we found that we were able to attend
School. We were so happy. But grandpa cried. Do you understand? The tears
Of an elderly man...) This semester has been dealt with, what about the next?




Photo 4: Amidst Rain and Wind

Your elderly mother and little children are waiting for you to come home
With the day's wages.





Photo 5: Old Man Crying

The old man sells roast yam for a living. Because he doesn't have a
License, his tools were confiscated and his tricycle was smashed, its
Chain cut. All the old man can do is to sit there and cry. How is his tomorrow.?





Photo 6: Mothers' Love
Mothers and their children .
This is life.




Photo 7: Coal Carrier

Wang Zhizhong worked as a coal carrier. Carrying a basket of coal
Weighting 40kg (88 lb), he made his way up a 100m deep mine, and then
Walked a distance of 1000m along a mountainous track. For each trip, he
Made 1RMB (0.125 USD). He was 17.





Photo 8: I want to go to school

Caption on the photo: That day the English teacher arrived in our village.
She taught us our very first sentence in English: "I want go to school."
Did you hear it? It is a most heart-moving cry.





Photo 9: Care for those forgotten
We must admit that there are people still living within the blind spot of
Our society. What if you were one of them?






Photo 10: Spirit to live

No rose, no diamond ring, but if this is not love, what is love?

With enthusiasm, love your life! Love the people around you!






When you think the world has turned its back on you, take a look, you most likely turned your back on the world.
Be thankful for what we have. Love your life & appreciate the people around you.
Most people walk in and out of our life......
But FRIENDS leave footprints in our heart.

Jumat, 31 Juli 2009

The Light of A Little Candle



Ada sebuah kisah tentang lilin kecil yg dibawa oleh seorang pria menaiki tangga yang cukup tinggi, menuju sebuah menara. Di dalam perjalanan mereka menaiki tangga tersebut, si lilin kecil bertanya kepada pria yang membawanya, “Kita hendak kemana?” “Kita akan naik lebih tinggi dan akan memberi petunjuk kepada kapal-kapal besar di tengah lautan yg luas.” “Apa? Mana mungkin aku bisa memberi petunjuk kpd kapal-kapal besar dengan cahayaku yang sangat kecil? Kapal2 besar itu tidak akan bisa melihat cahayaku,” jawab lilin kecil lemah. “Itu bukan urusanmu. Jika nyalamu memang kecil, biarlah. Yang harus engkau lakukan adalah tetap menyala dan urusan selanjutnya adalah tugasku,” jawab pria itu.

Tidak lama sampailah mereka di puncak menara dimana terdapat lampu yg sangat besar dengan kaca pemantul yg tersedia di belakangnya. Pria itu menyalakan lampu besar dg memakai nyala lemah si lilin kecil. Dalam sekejap, tempat itu memantulkan sinar yg terang benderang sehingga kapal2 yg ada di tengah laut melihat cahayanya.

Dengan keberadaan dan keterbatasan kita, memang kita tidak akan sanggup melakukan sesuatu yg berarti, tetapi satu hal yg harus anda ingat, bahwa hidup anda seumpama LILIN KECIL yg ada DI TANGAN ALLAH YG PERKASA. Segala kemampuan dan keahlian anda hanya akan tetap seperti nyala lilin kecil jika anda tidak menaruh hidup anda di dalam tangan Allah untuk IA pakai menjadi alat-Nya yg mulia.

Sebaliknya walaupun nyala anda sgt kecil bahkan mungkin redup, tapi jika Anda mempercayakan seluruh keberadaan anda kepada Allah, maka Ia sanggup menjadikan nyala kecil anda menjadi nyala besar yg membawa manfaat besar bagi banyak orang.

Bahkan bukan tdk mungkin Yosua yg adalah abdi Musa itu merasakan sedikit gentar di dalam hatinya ketika Allah memerintahkan kepadanya utk memimpin bangsa Israel merebut tanah Kanaan. Allah menghibur dan menguatkan dia bahwa Allah tidak akan meninggalkannya. Allah menjanjikan kemenangan demi kemenangan bagi dia.

Allah hanya meminta kepadanya, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu dan jangan menyimpang dari seluruh hukum yg telah diperintahkan kepadamu” (Yosua1:7) Jangan memandang ketidakmampuan, keterbatasan, dan kelemahan anda. Jika Allah mempercayakan sesuatu kepada anda entah itu suatu pekerjaan besar ataupun suatu pelayanan, percayalah bhw ANDA ADA DI DALAM TANGANNYA yg PERKASA. Dia akan memakai anda sesuai kehendakNya. KITA HANYALAH SEBAGAI ALATNYA.

Ketika kita mempercayakan seluruh keberadaan kita kepada Allah, maka anda akan melihat bagaimana Ia memakai hidup anda dan tdk mustahil keterbatasan anda menjadi berkat yg besar!

Satu ditambah TAK TERHINGGA menjadi TAK TERHINGGA, Satu dikali TAK TERHINGGA menjadi TAK TERHINGGA. Keterbatasan kita menjadi TIDAK TERBATAS jika dilakukan bersama dengan ALLAH yg TAK TERHINGGA itu!!!

The Winner



Suatu saat ada perlombaan panjat tebing yang diikuti oleh para katak dari segala jenisnya. Ketika start semua penonton bersorak mendukung mereka. Tapi di tengah pertandingan, beberapa katak menyerah karena medan perlombaan sangat berat. Hanya ada lima katak terus berjuang mencapai garis akhir. Saat medan bertambah sulit para penonton yang tadinya mendukung para katak itu mulai tidak yakin akan kemampuan mereka. Mereka berteriak agar para katak menyerah saja. Bahkan sebagian memberitahu para katak bahwa medan yang berat itu berbahaya dan bisa membunuh mereka.

Akhirnya hanya seekor katak yang bertahan dan memenangkan perlombaan. Setelah diteliti mengapa banyak yang gagal, hasilnya menyebutkan mereka mendengarkan perkataan penonton menjadi takut dan berhenti.

Dan bagaimana dengan katak yang bisa terus dan akhirnya memenangkan pertandingan? Ternyata ia adalah seekor katak yang tuli, ia tidak mendengar apapun yang penonton katakan. Dalam kasus ini, tuli itu anugerah ^^. Saat kesulitan hidup meningkat, daripada percaya Tuhan kita seringkali mendengarkan suara negatif orang-orang di sekitar kita dan mempercayainya.

Jadi jika anda ingin mencapai tujuan hidupmu, jangan memberi tempat kepada perkataan negatif, intimidasi dari orang lain. Yakinlah akan tujuanmu, tempatkan perkataan Tuhan sebagai panduan, dan percayalah akan jawaban doa-doamu ! Tutuplah kuping Anda untuk hal-hal yang negatif !